6 Tipe Bottleneck Yang Ada Di PC Rakitan

6 Tipe Bottleneck Yang Ada Di PC Rakitan, Apa saja? kemungkinan kamu kerap dengar dan membaca istilah bottleneck di dunia PC dan alat komputasi yang lain. Secara harfiah, bottleneck mengarah pada proses leher botol yang mempunyai volume kecil bila dibanding dengan tubuh botol keseluruhannya. Nach, bila dihubungkan dengan elemen electronic, misalkan PC, ide bottleneck dihubungkan dengan kemacetan atau ketidaklancaran mekanisme yang digerakkan.

So, untuk memperjelasnya, kamu dapat baca 6 Tipe Bottleneck Yang Ada Di PC Rakitan di bawah ini. Di sini, kita akan sama belajar mengenai beberapa macam bottleneck yang sering ditemui dalam PC rakitan. Yok, dibaca sampai habis.

6 Tipe Bottleneck Yang Ada Di PC Rakitan
6 Tipe Bottleneck Yang Ada Di PC Rakitan

Berikut 6 Tipe Bottleneck yang Sering Ditemui Di Dalam Komputer Rakitan

1. Bottleneck RAM

RAM atau acak akses memori ialah unit yang bekerja untuk simpan memory sementara pada performa komputasi. Dengan peranan dan pekerjaannya yang harus bekerja dengan cepat dan tiba-tiba, RAM harus mempunyai kecepatan, frekwensi, dan kemampuan yang seimbang dan oke untuk layani mekanisme kerja elemen yang lain.

Bila PC kamu telah mempunyai VGA dan processor bagus, tetapi RAM-nya masih rendah, ini mengakibatkan bottleneck RAM. Beberapa ciri PC alami ini ialah penampilan diagram yang patah-patah dan multitasking yang paling lamban . Maka, samakan keperluan RAM dengan elemen yang lain. Sekarang ini, kemampuan RAM bagus untuk sebuah PC rakitan ialah 8 GB sampai 32 GB.

2. Bottleneck pada motherboard

Tipe kemacetan atau bottleneck yang ini jarang dijumpai. Umumnya, motherboard telah direncanakan secara pakem agar bisa dipakai dalam perform optimal sesuai keperluan PC. Tetapi, dalam beberapa kasus, bottleneck pada motherboard bisa jadi terjadi bila dia tidak sanggup dukungan pada elemen yang lain.

Motherboards Ahli dalam lamannya menerangkan jika sebuah motherboard cuma bisa disebutkan menghalangi performa PC bila design VRM (voltage regulator module) kurang cukup baik. Maknanya, dalam kasus ini, motherboard akan kerap alami panas berlebihan dan pasti ini benar-benar jadi batu sandungan untuk elemen PC yang lain.

Apa ini pernah dirasakan oleh penulis? Sampai sekarang ini, penulis tidak pernah alami bottleneck pada motherboard . Maka, sepanjang motherboard yang kamu tentukan sesuai detail processor, VGA, dan RAM, kendala atau kemacetan yang ada pula tidak akan terjadi. Janganlah lupa selalu mengawasi temperatur motherboard dengan program khusus, seperti HWMonitor dan Core Temp.

3. Bottleneck VGA

Umumnya, bottleneck pada VGA atau kartu diagram terjadi bila VGA yang dipasang di PC tidak dapat menyeimbangi performa dari processor, misalkan processor yang kamu pakai ialah Intel Core i9 angkatan terkini, dan VGA yang terpasangkan ialah produk usang yang punyai detail rendah. Hasilnya sudah pasti terjadi kendala di bidang pemrosesan diagram.

Dalam masalah ini, kekuatan processor yang terlampau cepat akan berasa berlebihan atau percuma karena harus menanti performa VGA yang lamban. Bila memasangkan program MSI Afterburner saat jalankan games, kamu akan ketahui berapakah fps, temperatur, dan prosentase dari performa processor dan VGA punyamu. Bila processor cuma bekerja 20 % dan VGA capai 100 %, itu maknanya sedang terjadi bottleneck pada VGA di PC kita.

4. Bottleneck pada processor

Hampir serupa dengan tipe kendala pada point nomor tiga di atas. Perbedaannya, bottleneck processor dapat muncul karena VGA yang kita pakai lebih powerful daripada processor yang berada di PC. Di dunia gaming, bottleneck jenis ini sebagai tipe kendala yang paling umum terjadi. Dalam kata lain, processor atau CPU di PC kita sudah menghalangi performa dari VGA keseluruhannya.

Apa kamu pernah mainkan games berat dengan diagram lancar, tetapi suaranya kedengar putus-putus? Nach, ini sebagai salah satunya ciri-ciri bottleneck yang dirasakan oleh processor. Yang lebih kronis bila processor menghalangi kerja VGA sampai 50 % ataupun lebih, tentu saja sehebat apa saja kartu diagram yang kamu gunakan bisa menjadi percuma.

5. Bottleneck pada ruangan penyimpanan

Media penyimpanan atau penyimpanan bisa juga alami kemacetan. Bottleneck pada ruangan taruh umumnya lebih dikuasai oleh tipe dan detail dari penyimpanan tersebut, misalkan HDD atau harddisk yang telah ketinggal jaman dibandingkan SSD. Ciri-ciri khusus dari PC yang alami kendala jenis ini ialah lambannya performa PC saat booting atau transfer file besar.

Maklum, pekerjaan dari elemen penyimpanan memang fokus pada membaca dan menulis sebuah file, entahlah berbentuk program atau tipe data yang lain. Bila kamu dapat menolerir interval waktu booting dan transfer file yang lumayan lama, sich, bottleneck nomor lima ini kelihatannya tidak jadi momok yang mengerikan.

6. Bottleneck pada PSU

Tipe kemacetan pada point 1 sampai 5 umumnya tidak sampai menghancurkan hardware PC. Namun, khusus tipe bottleneck yang ini menjadi pemicu rusaknya elemen PC secara tetap, lho. Itu penyebabnya, pilih PSU atau power suplai yang sesuai keperluan daya PC kamu. Bila ada anggaran lebih, belilah PSU yang telah bersertifikat 80 Plus.

Sebenarnya, istilah biasanya bukan bottleneck. PSU yang kurang kuat dan tidak sesuai keperluan PC pada intinya dipandang seperti PSU yang tidak berhasil dalam memasok daya. Nach, PSU atau catu daya dengan supply yang ngepas berikut yang hendak mengakibatkan PC sering alami mati tiba-tiba saat jalankan program berat.

Bottleneck PSU dapat beresiko sebab bisa memacu jalinan arus pendek atau korsleting. Jika cuma elemen PC-nya saja yang hancur mungkin tidak jadi masalah. Pasti yang paling fatal ialah bila pemakai sampai bersinggungan langsung dengan PC dan bisa mengakibatkan sengatan listrik yang beresiko. So, bisa dibuktikan jika bottleneck juga dapat beresiko, kan?