Mengenali 5 Trend Teknologi Digital Di Tahun 2022

Mengenali 5 Trend Teknologi Digital Di Tahun 2022, ketertarikan teknologi diprediksikan akan makin berkilau. Sampai sekarang ini, beberapa developer meningkatkan beragam teknologi yang keinginannya bisa mempermudah manusia di masa depan. Ditambah, warga telah makin dekat dengan digital dan terbuka dengan aktifasi kekinian.

Pandemi COVID-19 yang sedianya diberitakan akan selesai tahun ini, ikut memberikan dukungan tumbuhnya revolusi industri ke-empat. Mencapai tahun 2022, Baik kita akan Mengenali 5 Trend Teknologi Digital Di Tahun 2022, berikut ulasannya.

Mengenali 5 Trend Teknologi Digital Di Tahun 2022
Mengenali 5 Trend Teknologi Digital Di Tahun 2022

Trend Teknologi Digital yang diperkirakan menonjol pesat :

Service Robotik Automatis (RPA)
Lapangan terbang internasional Changi di Singapura menjadi satu diantara negara awalnya di teritori Asia Tenggara yang sudah memakai Robotic Process Automation (RPA). Dengan piranti lunak ini, Changi telah mempunyai robot yang bergerak secara otonom untuk bersihkan karpet. Hal ini sudah dipraktikkan di sejumlah hotel di Singapura.

Robotic Process Automation (RPA) ialah piranti lunak dengan mekanisme digital yang bisa lakukan beragam pekerjaan secara berulang-ulang dan simpel atau kompleks, seperti yang umum dilaksanakan oleh manusia. RPA ini menjadi udara segar untuk perusahaan yang memerlukan kecepatan dan kecermatan tinggi karena teknologi ini dapat lakukan hal itu lebih bagus dan efisien. Manusia bisa konsentrasi kerjakan tugas lainnya, yang tidak dapat ditangani oleh robot.

Software ini akan bermanfaat untuk dunia perbankan (lakukan penghitungan uang dan data), perhotelan (mengantar makanan ke tamu room to room, bersihkan ruang), pembelajaran (sebagai pengawas di sekolah), dan bidang yang lain.

Konektivitas 5G
Sesudah sukses dikenalkan pada konektivitas 4G di tahun 2009, sekarang jaringan 5G siap jadi teknologi termutakhir angkatan ke-lima dalam standard telekomunikasi. Faksi peningkatan telephone pegang sudah bersiap-sedia mulai dengan timbulnya smartphone berjaringan 5G.

Service ini nanti akan memercayakan feature hebat AR, VR, service games berbasiskan cloud, dan ada banyak kembali.

Artificial Technology
AI ialah sebuah teknologi yang mengikuti kepandaian manusia. Berlainan dengan RPA yang tidak mempunyai kepandaian bawaan, artificial technology sanggup menganalisis, pahami, dan menuntaskan permasalahan yang tidak dapat RPA pecahkan. Secara singkat, AI dapat kita ucapkan lebih efektif.

Salah satunya produk artificial technology yang diperkembangkan ialah alami language processing (NLP) yang sanggup pahami bahasa manusia. Siri dan Google Assistant sebagai beberapa dari pendamping suara yang berbasiskan dari NLP.

Virtual Reality (VR)
Pernah melihat film “Ender’s Games”? Siaran berjenis sci-fi ini bercerita mengenai seorang lelaki genius namanya Ender Wiggin sebagai kapten untuk sebuah peperangan besar di antara bangsa alien dan manusia. Pada proses belajarnya, dia dan teman-temannya memakai teknologi virtual reality untuk lakukan replikasi perang.

VR memungkinkannya kita untuk rasakan pengalaman yang hampir sama dengan aslinya. Teknologi yang ini memang dibuat untuk memberi visual digital yang semirip kemungkinan dengan dunia riil.

Virtual reality akan berguna untuk dunia yang memerlukan banyak replikasi seperti dunia klinis, angkatan perang, training pilot, sampai ujian surat izin berkendara.

Kendaraan Tanpa Awak dan Berteknologi Listrik
Indonesia sudah memasuki ke transportasi berteknologi listrik belakangan ini. Di sejumlah kota, pos pengisian mobil memiliki tenaga listrik sudah datang untuk memberikan dukungan perkembangan industri 4.0 itu. Tesla ialah pembikin mobil listrik komersial pertama di dunia.

Baru saja ini, penyeluncuran mobil otonom alias tanpa awak dilaksanakan oleh perusahaan terkenal seperti dan Toyota. Bahkan juga, developer AI di Cina, Baidu, sudah mendatangkan taksi tanpa sopir. Service ini dapat kita pakai secara mengambil program untuk cari mobil dan ketahui tempatnya waktu itu.

Kendaraan memiliki sifat automatis ini awalnya sudah diadaptasi oleh beberapa perusahaan pembikin pesawat dunia untuk menolong menahan ada kecelakaan yang disebabkan karena mesin atau kelengahan manusia. Teknologi itu menemani pilot dan co-pilot sepanjang lakukan pekerjaan penerbangan.